Wednesday, March 23, 2016

[REVIEW] Batman v Superman: Dawn of Justice

Judul: Batman v Superman: Dawn of Justice
Sutradara: Zack Snyder
Produser: Charles Roven, Deborah Snyder
Penulis: Chris Terrio, David S. Goyer
Pemain: Ben Affleck, Henry Cavill, Amy Adams, Jesse Eisenberg, Gal Gadot
Produksi: DC Entertainment
Distributor: Warner Bros Pictures



Langsung aja deh.
Saya juga hati-hati nih demi menghindari spoiler.
Bingung juga nih.
Gini, menurut hemat saya filmnya terlalu dibikin sedramatis dan sepuitis mungkin. Durasi 2h33m berasa lama. Entah karena dari trailer filmnya yang udah berkata banyak. Sehingga kita hanya menunggu keluar saja apa yang terpapar di trailer.
Sudah bukan rahasia kalo BvS: DoJ adalah gerbang untuk Justice League, dan disini akan dibuka siapa aja superhero yang bakal gabung. Bagi cewe-cewe kayaknya bakal histeris begitu tau siapa salah satu pemeran anggota JL ini nanti (inisial EM!). Tapi kayaknya untuk adik-adik kita BvS lebih susah dikunyah ketimbang parade superhero dari komik sebelah.

Tiap sutradara Batman punya versi Batman-nya masing-masing. Tim Burton, Christopher Nolan, dan yang teranyar Zack Snyder. Kalo gue pribadi, masih belom bisa dibikin move on dari versi Nolah oleh Snyder. Tapi Snyder sudah keren banget dengan Superman-nya!

Begitu pula di sisi villain. Saya bukan pembaca setia komik, tapi apa benar Lex sekikuk itu? Atau dulu sehepi itu? Saya tidak dibuat peduli sama villain(s) yang ada. Misal mau mati ya mati aja situ. Ga seperti Jokernya Ledger yang sulit tergantikan. Saya juga sangsi Leto bisa mengisi peran ini nanti di Suicide Squad. Semoga perkiraan saya salah. Tapi kayaknya peran yang salah hanya untuk Eisenberg yang berperan sebagai Lex.

Kemudian terlalu banyak CGI juga. Beda dengan Nolan yang tipikal minim CGI.
Masing-masing gayanya sih. Tapi ya capek juga mata ini tau kalo lagi dikibulin.
Meski demikian masih ada beberapa kejutan, baku hantam seru dan scene-scene cantik yang bikin merinding (mirip di komiknya).

Juga Gal Gadot yang awalnya diragukan untuk mengisi peran Wonder Woman, berhasil mencuri perhatian. Sayang banget dilewatkan (doi cakepan tanpa make up deh... Beda banget sebelum dan sesudah jadi Wonder Woman <3 Bikin makin ga sabar aja nunggu spin off-nya).
Melihat clue-clue yang hadir, kayaknya bakalan dahsyat ini sekuelnya.

Tonton sebelum meme-meme spoiler berterbangan.

Tuesday, February 23, 2016

[REVIEW] Zootopia

Judul: Zootopia
Sutradara: Byron Howard, Rich Moore, and others
Produser: Clark Spencer
Penulis: Byron Howard, Rich Moore, Jared Bush, Josie Trinidad, Jim Reardon, Phil Johnston, Jennifer Lee
Pemain: Ginnifer Goodwin, Jason Bateman, Idris Elba, JK Simmons, Shakira
Produksi: Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures





“Zootopia? Itu makanan ya? Ooh gue tau, ini pasti temennya lumpia atau bakpia. Iya, kan?”

--------

Mungkin begini jadinya kalo ngikutin jokes dari film yang amat menggurui itu...
Bukan, bukan itu ya ‘Dek manis...

Kalo melihat  materi promosinnya (poster atau trailer) lalu kamu pikir Zootopia hanyalah fable dari Disney yang hanya lucu-lucuan dengan tema dan pesan yang klise, pikir lagi.

Tapi wajar juga.

Karena itu yang saya rasakan saat lihat trailer scene Sloath yang lucu bukan main. Nyatanya, tidak sesederhana itu. Disney tidak sedang bermain aman disini.
Produk animasi keluaran terbarunya di luar Pixar ini mengangkat issue yang lebih berani dan sensitif. Boleh dibilang menyentil-nyentil kondisi sosial yang lagi marak terjadi sekarang. Meski temanya tergolong berat, Zootopia membawanya dengan ringan tanpa berkesan menggurui. Penonton anak-anak pun masih bisa menikmati melihat polah para binatang yang bertingkah layaknya manusia di kehidupan sehari-hari.
Kalo bicara pesan moral, banyak yang bisa dipetik bagi penonton dewasa maupun anak-anak. Dari yang biasa sampai yang kompleks.

Thanks buat Disney ayang berani mengangkat issue ini lewat Zootopia.

Wednesday, February 10, 2016

[REVIEW] TALAK 3

Judul: Talak 3
Sutradara: Hanung Bramantyo, Ismail Basbeth
Produser: Hanung Bramantyo, Karan Mahtani
Pemain: Laudya Cynthia Bella, Vino G Bastian, Reza Rahardian, Dodit Mulyanto, Hasmi
Distributor: MD Pictures


Jujur saja. Saya tertarik nonton film ini bukan karena 3 cast utamanya. Karena saya merasa 4L (Lu Lagi Lu Lagi). Yang bikin saya mantep berangkat ke bioskop menonton film ini, utamanya karena nama yang duduk di bangku sutradara. Bukan satu, melainkan 2 nama. Yaitu Ismail Basbeth (yang kemarin menyutradarai Mencari Hilal) dan Hanung Bramantyo (yang kita sudah hafal karya-karyanya).

Talak 3 bermain dengan tempo cepat dan berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Saya ulangi, BERHASIL. Di paruh awal kita dibuat tertawa terpingkal-pingkal dan di bagian selanjutnya siap-siap emosi kamu untuk diperas-peras namun bukan dengan gimmick mewek-mewek recehan yang maksa penontonnya untuk nangis tanpa peduli konflik. Tapi disini saya akui performa Bella, Reza, dan Vino beneran prima. Matang! Mereka bertiga berhasil. Terutama di scene-scene pentingnya.

Kalo nonton trailernya terlebih dulu, jangan langsung percaya. Karena garing! Beda sama filmnya yang kocak abis. Oh iya, Mas Hasmi (pencipta Gundala Putra Petir) yang berperan sebagai kepala KUA kembali mencuri perhatian juga dengan akting kocaknya.
Talak 3 adalah sajian yang komplit dan benar-benar matang.

Gak nonton, rugi.